SURNUS Token
SURNUS Token
banner 728x90
Berita  

Diduga Berpihak dan Langgar Aturan, Ketua Panitia Pemilihan BPD Hadiri Kampanye Salah Satu Calon BPD

OKU // Indonesia 45 – Proses tahapan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, diduga ternodai akibat ulah Sapirul Awaludin selaku ketua panitia pemilihan BPD, beserta Dasril Kepala Desa, dan Insan Bastomi selaku Kadus setempat.

Dugaan ternodanya proses tahapan pemilihan BPD setempat dipicu adanya indikasi ketidak netralan ketua panitia pemilihan BPD bersama Kades dan Kadus yang nekat menghadiri acara kampanye di rumah Ahmad Latif Ansori salah satu calon BPD nomor urut 2, di Dusun 6, Desa Tanjung Kemala, pada Selasa malam tanggal 13 Oktober 2026.

banner 325x300

“Ketua atau panitia pemilihan BPD yang dengan sengaja atau terang – terangan menghadiri acara saat proses kampanye salah satu calon, itu bisa diartikan di mata masyarakat ada keberpihakan, apalagi ini juga di hadiri oleh Kades dan Kadus selaku aparatur pemerintahan itu jelas melanggar prinsip netralitas, objektivitas, serta integritas kepanitiaan yang diatur dalam ketentuan tata kelola pemilihan desa dan peraturan daerah,” ujar Febriadi salah satu aktivis Kabupaten OKU, Rabu (14/10/26).

Menurut aktivis yang kerap menggelar aksi demo menyuarakan suara rakyat ini, dampak dari dugaan keberpihakan oknum ketua panitia pemilihan BPD beserta Kades dan Kadus Desa Tanjung Kemala tersebut bisa menjadi sorotan di mata masyarakat, hingga kemungkinan bakal menimbulkan gejolak antar sesama calon maupun pendukung dari calon itu sendiri, baik itu sebelum proses pemilihan dilaksanakan, maupun sesudah dilaksanakan.

“Jika ketua panitia pemilihan BPD bersama Kades dan Kadus itu ingin profesional, kenapa hanya menghadiri acara kampanye salah satu calon saja, sementara acara calon lainnya mereka tidak hadiri. Maka untuk menghindari gejolak yang kemungkinan akan terjadi nantinya, kami minta kepada pihak berwenang, baik itu Camat maupun PMD untuk menindak tegas para oknum ini,” urai Febriadi.

Diungkapkan Febriadi, kemungkinan Cacat Hukum pada Proses Pemilihan BPD Tanjung Kemala bisa terjadi jika adanya dugaan keberpihakan aparatur desa dan panitia dapat menjadi dasar bagi calon lain atau masyarakat untuk mengajukan keberatan/protes resmi terhadap hasil pemilihan.

“Hal itu yang nantinya bisa berpotensi membatalkan atau menggugat keabsahan proses pemungutan suara di desa ini. Dan, jika tidak segera di tanggulangi dari sekarang, besar kemungkinan gejolak itu nanti akan terjadi,” tandas Febriadi.

Sementara Dasril, Kades Tanjung Kemala, saat di konfirmasi di ruang kerja kantor nya mengakui kehadiran dirinya bersama Sekdes selaku ketua panitia pemilihan bersama Kadus Dusun 6 dalam rangka memenuhi undangan acara yang diselenggarakan oleh Ahmad Latif Ansori, salah satu calon BPD nomor urut 2, Dusun 6 Desa Tanjung Kemala.

“Memang benar kami tadi malam datang kesana, tapi itu dalam rangka memenuhi undangan acara pembagian hadiah gaple yang diadakan di rumah calon BPD nomor urut 2,” akui Dasril.

Selain itu, Dasril pun menyebutkan ia tidak tahu jika kedatangan nya memenuhi undangan acara ke rumah calon BPD selama masa proses kampanye berlangsung menyalahi aturan yang ada.

“Sebelumnya saya tidak tahu, namun setelah saya pelajari lebih dalam hal itu memang salah, hingga saya berinisiatif nanti malam akan mendatangi rumah calon nomor urut 1 untuk bersilaturahmi, guna berimbang agar tidak berkesan saya memihak calon nomor urut 2,” tukas Dasril.

Doc, Sapirul Awaludin, Ketua Panitia Pemilihan BPD Tanjung Kemala, memberikan hadiah pemenang lomba acara kampanye di rumah, Ahmad Latif Ansori, calon BPD nomor urut 2, Dusun 6 Desa Tanjung Kemala.

Sementara, Sapirul Awaludin, Sekretaris Desa sekaligus Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Tanjung Kemala, terkesan menghindari wartawan saat hendak di konfirmasi berkilah sedang berada di luar kota.

“Saya sedang berada di Muaradua pak,” jawab Sapirul Awaludin saat di hubungi melalui via pesan WhatsApp. Namun hal tersebut terbantahkan saat awak media portal berita media ini menanyakan keberadaan Sapirul Awaludin kepada salah seorang staf di kantor Desa mengatakan. “Tadi barusan ada pak, ini kami baru sudah rapat bersama calon BPD,” ucap staf tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *