OKU // Indonesia 45 – Camat Baturaja Timur, Kabupaten OKU, Doni Heridadi, menanggapi serius terkait adanya dugaan keberpihakan Ketua Panitia Pemilihan BPD Tanjung Kemala, Sapirul Awaludin, terhadap salah satu calon BPD nomor urut 2, Dusun 6, Desa Tanjung Kemala, Ahmad Latif Ansori.
Diberitakan sebelumnya, dugaan keberpihakan, Sapirul Awaludin, selaku Ketua Panitia Pemilihan BPD terhadap salah satu calon terjadi saat, Sapirul Awaludin, bersama Kades dan Kadus Dusun 6 dengan sengaja dan terang-terangan menghadiri acara pembagian hadiah gaple pada, Selasa malam tanggal 13 Oktober 2026, di rumah Ahmad Latif Ansori, calon BPD nomor urut 2, saat proses kampanye masih berlangsung.
“Itu memang salah karena masih proses kampanye, meskipun dengan dalih hanya menghadiri undangan namun itu secara aturan tetap salah,” ujar Camat Baturaja Timur, Doni Heridadi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (15/10/26).
Menurut Doni, pihaknya sudah menegur langsung, Sapirul Awaludin, Ketua Panitia Pemilihan BPD yang sekaligus menjabat Sekretaris Desa Tanjung Kemala, untuk segera menyikapi isu keberpihakan guna menjaga kondusifitas sebelum dan sesudah acara pemilihan BPD berlangsung yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2026.
“Kami sudah menegur Ketua Panitia Pemilihan BPD, termasuk Kades dan Kadus yang turut hadir di acara tersebut. Untuk selanjutnya, kita masih melihat terlebih dahulu jika bakal terjadi konflik maka kita akan melakukan evaluasi, termasuk merekomendasikan kepada Kades agar melakukan pergantian Ketua Panitia Pemilihan BPD yang baru guna untuk menjaga kondusifitas di lapangan,” urai Doni.
Cacat Hukum Pada Proses Pemilihan BPD
“Kemungkinan cacat hukum itu bisa terjadi jika Ketua Panitia Pemilihan termasuk Kades dan Kadus tidak bisa segera menanggulangi masalah ini lantaran asumsi adanya dugaan keberpihakan aparatur desa dan panitia dapat menjadi dasar bagi calon lain atau masyarakat untuk mengajukan keberatan/protes resmi terhadap hasil pemilihan,” sebut Camat Baturaja Timur.
Kades Akui Kehadirannya di Acara Pembagian Hadiah Gaple di Rumah Calon Nomor Urut 2
“Memang benar kami tadi malam, Selasa malam 13 Oktober 2026, datang kesana tapi itu dalam rangka memenuhi undangan acara pembagian hadiah gaple yang diadakan di rumah calon BPD nomor urut 2,” akui Dasril pada edisi berita sebelumnya, Rabu (14/10/26).
Dasril menyebutkan ia tidak tahu jika kedatangan nya memenuhi undangan acara ke rumah calon BPD selama masa proses kampanye berlangsung menyalahi aturan yang ada.
“Sebelumnya saya tidak tahu, namun setelah saya pelajari lebih dalam hal itu memang salah, hingga saya berinisiatif nanti malam akan mendatangi rumah calon nomor urut 1 untuk bersilaturahmi, guna berimbang agar tidak berkesan saya memihak calon nomor urut 2,” tukas Dasril.

Sementara di hari yang sama, Sapirul Awaludin, Sekretaris Desa sekaligus Ketua Panitia Pemilihan BPD Desa Tanjung Kemala, terkesan menghindari wartawan saat hendak di konfirmasi berkilah sedang berada di luar kota.
“Saya sedang berada di Muaradua pak,” jawab Sapirul Awaludin saat di hubungi melalui via pesan WhatsApp. Namun hal tersebut terbantahkan saat awak media portal berita media ini menanyakan keberadaan Sapirul Awaludin kepada salah seorang staf di kantor Desa mengatakan. “Tadi barusan ada pak, ini kami baru sudah rapat bersama calon BPD,” ucap staf tersebut. (hend)














