OKU // Indonesia 45 – Puluhan warga masyarakat Desa Terusan seputaran ring 1 PLTU Baturaja ramai mengikuti pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis yang diadakan oleh PLTU Baturaja, Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (8/01/2026).
Tak tanggung-tanggung, kegiatan yang digelar dari jam 7 pagi hingga sore hari bertempat di gedung kantor pabrik PLTU Baturaja ini, bekerja sama dengan pihak Puskesmas Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur, dengan mendatangkan 3 orang dokter dan 7 orang tenaga medis.
Komarzaman (61), warga Dusun 1, Desa Terusan, mengungkapkan sengaja mengikuti pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis PLTU Baturaja lantaran untuk memeriksakan penyakit yang ia alami.
“Sudah sejak 6 bulan ini dada saya sering sakit. Setelah diperiksa dan mendapat obat, dokternya tadi bilang saya disuruh kembali berobat ke dokter jantung. Memang sebelumnya waktu saya berobat ke dokter lain saya di vonis penyakit jantung. Jadi setelah diperiksa tadi saya diberi obat untuk sakit jantung,” ujar Komarzaman, pria lansia yang mengaku senang dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis PLTU Baturaja.

“Pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis ini sangat membantu kami warga disini, khususnya saya sendiri. Selain memadai, pelayanannya juga praktis, cukup cuma bawa KTP saja. Jaraknya yang dekat dengan rumah membuat kami tidak perlu repot-repot berobat ke tempat lain. Semoga PLTU Baturaja bisa lebih sering mengadakan kegiatan ini,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan, Tugino, Kepala Desa Terusan berharap agar PLTU Baturaja bisa lebih sering lagi mengadakan kegiatan sosial pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis bagi warga ring 1 seputaran pabrik PLTU Baturaja maupun bagi warga yang terdampak.
“Saya selaku Kepala Desa menyambut baik kegiatan pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis PLTU Baturaja hari ini. Karena adanya kegiatan ini, atas permintaan saya selaku Kades bersama perangkat Desa. Kami selaku aparatur Desa sebelumnya meminta kepada pihak PLTU Baturaja agar mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi warga kami terdampak akibat debu kebocoran cerobong asap pabrik PLTU,” ujar Tugino.
Lebih dalam disampaikan Tugino atau pria yang akrab disapa Kojim ini, ia mengungkapkan jika PLTU Baturaja telah mengambil langkah yang tepat dengan mengadakan pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis bagi warga ring 1. Hal tersebut untuk mengantisipasi timbulnya penyakit pernafasan yang disebabkan oleh debu dampak dari kebocoran cerobong asap kerusakan pada salah satu mesin pabrik.
“Seperti yang kita ketahui jika PLTU Baturaja saat ini sedang mengalami trouble, kerusakan pada salah satu mesinnya. Namun dengan adanya kegiatan pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis ini membuat warga sangat terbantu. Bagi warga yang merasa terdampak debu, mereka bisa datang kesini untuk memeriksa kesehatannya,” sebut Kojim.
Namun, sambung Kades Terusan, sejauh ini belum ada informasi warga kami yang mengalami sakit parah gangguan pernapasan akibat debu PLTU Baturaja. Kami sangat mengapresiasi kepedulian PLTU Baturaja yang selama ini telah banyak membantu warga, baik itu sering bagi-bagi sembako, membantu warga yang terkena musibah, dan termasuk kegiatan pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis ini agar lebih sering dilakukan, seperti 3 bulan sekali itu lebih baik,” tutup Kojim.
Terkait permintaan pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis agar bisa dilakukan setiap 3 bulan sekali langsung direspon oleh pihak PLTU Baturaja melalui, Oemar Khayam, Manager HRD & GA PLTU Baturaja yang menyebutkan jika permintaan tersebut akan segera diusulkan pihaknya ke pimpinan PLTU pusat.
“Kita akan evaluasi permintaan tersebut, akan segera kita sampaikan langsung ke pimpinan semoga bisa diwujudkan, sebab pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis yang kita adakan hari ini sebagai bentuk kepedulian PLTU Baturaja kepada warga, jadi demi kebaikan warga kenapa tidak kita lakukan. Hari ini dari target kita 350 orang, tercatat ada sekitar 52 warga yang datang untuk memeriksa kesehatan dan berobat,” ucap Oemar Khayam.
Dijelaskan Oemar Khayam, pemeriksaan kesehatan dan berobat gratis PLTU Baturaja bertujuan untuk mengantisipasi adanya penyakit yang dialami warga, yang disebabkan dampak dari debu PLTU Baturaja yang sedang mengalami kerusakan pada salah satu mesin produksi sehingga menyebabkan kebocoran pada cerobong asap.
“Mesin pembangkit kita memang sedang mengalami kerusakan sehingga berdampak pada meningkatnya debu. Namun kita tidak bisa menghentikan produksi sepihak tanpa persetujuan dari PLN karena kita terikat kontrak,” urai Oemar Khayam.
“Jika tetap dihentikan secara paksa, selain bisa berdampak penghentian pasokan listrik ke PLN yang bisa mempengaruhi kehandalan layanan listrik PLN di Kabupaten OKU, juga bisa mempengaruhi kinerja mesin pembangkit dan kerugian finasial bagi perusahaan,” tandas Oemar Khayam.
Sementara dari pihak Puskesmas Sekarjaya melalui, Siti Nurjanah, Kepala Puskes (Kapus Sekarjaya) menyebutkan, dari seluruh warga yang datang memeriksa kesehatan dan berobat terdapat hampir keseluruhan terdiri dari warga lansia (lanjut usia).
“Hari ini yang datang kebanyakan lansia, jadi keluhan mereka rata-rata sakit pinggang, sering pegal-pegal, batuk pilek, darah tinggi dan diabetes. Penyakit menahun seperti itu umum terjadi kepada lansia, namun untuk sakit akibat dampak dari debu hingga saat ini belum ada,” tutup Siti Nurjanah. (Hend)














